Ranting Kecil
Ranting Kecil ...
Suatu waktu -- kejadian belum lama ini, ada teman menghubungi saya untuk diterapi. Saya bilang ya Ok. Silahkan datang ke rumah, saya tanya keluhan nya apa ? Dia tidak banyak bicara lewat phone-call, hanya mengeluh dada nya sakit -- ok lah saya pikir -- dan saya persilahkan datang ke rumah...
Setelah berjumpa dan saya amati kondisi nya, suara dan cara berjalan, postur nya -- saya rasa orang ini terlalu keras, sulit untuk menempatkan diri nya -- hingga emosi nya tertekan di dada, saya katakan : "pencernaan mu bermasalah ya ... buang air tidak bagus?" kaget dia -- padahal tidak bicara kan tentang itu, kok bisa ditebak -- Saya katakan "nafas mu berat" itu yang menyebabkan dada mu sakit -- karena pencernaan mu tidak bagus -- saya ajari senam untuk dia - tapi sayaa tidak singgung kalo karakter mu terlalu keras dan sulit menempatkan diri ... karena itu masalah pribadi nya -- biar lah dia berproses sendiri -- bila waktu nya tiba untuknya berproses --
Kemudian kami bicara tentang beladiri -- ya saya bilang saya sekarang sudah tidak kuat -- hanya berlatih taichi dan sedikit latihan yang lama lama -- tiba tiba teman itu melirik ada batu besar yang buat latihan - bentuk seperti gembok jaman dulu -- ya tidak terlalu berat -- buat latihan ringan ringan - dia tanya bagaimana latihan itu ? saya tunjukan : saya lempar ke udara dan tangkap bergantian kanan kiri -- dia mencoba untuk melakukan, tapi tidak mampu untuk mengangkat batu besat itu --- dia tanya kok bisa kamu ringan saja angkat dan lempar ke kanan kiri bergantian?
Saya jawab: yaa latihan nya dilakukan santai aja -- tidak usa tiap hari -- sedikit sedikit latihan -- lama lama jadi terbiasa -- ya harus relax saya bilang -- maksud saya, agar dia sadar untuk tidak terlalu bersikap keras - kaku, dan sulit menempatkan diri -- kemudian dia melihat lagi ada pedang kayu - samurai kayu-- dia bilang ini bisa buat beladiri -- yaa saya bilang bisa bisa saja.. dan bisa berbahaya bila tenaga kita sudah mengalir--- ahh saya segera sadar- saya salah omong -- langsung saja dia jawab, ayok demo kan ... saya ajak dia ke kebun belakang, saya coba potong ranting kayu -- ah ranting kecil saja - mungkin 2-3 cm diameter .. saya ayunkan pedang tersebut -- tidak bisa -- pedang saya terpental ketika mengenai ranting kayu tersebut. beberapa kali saya coba, tidak bisa-- kemudian teman itu coba sendiri : untuk potong, ranting itu putus -- saya bilang "salah" -- kok bisa dia tanya ? itu kamu pukul dengan tenaga tentu saja patah -- tapi yang saya mau tunjukan adalah "mengiris" ranting itu dengan pedang kayu -- tapi tampaknya saya lagi lelah -- tidak bisa untuk tunjukan -- kemudian teman tersebut pamit pulang -- ya semoga dia memetik sesuatu dari itu ---
Besok pagi, seusai meditasi pagi -- saya latihan seperti biasa -- latihan pribadi - mendadak teringat tetang ranting kecil tersebut - saya ambil samurai kayu saya, kemudian persiapan, teknik satu kali sabetan yang mengiris -- dan -- ranting kecil itu teriris putus. --- dengan samuarai kayu ---
Saya merenung -- saya ini seperti ranting kecil -- yang ringkih - tanpa ambisi - terus berlanjut melatih diri -- akan menjadi seperti pohon yang besar --
Comments
Post a Comment