Merenungi Tujuan
Merenung pikir-pikir -- melihat teknik beladiri sseorang, bisa lempar orang macam itu -- halus - tanpa terlihat fisik yang bergeraak, ya sebenarmya masuk akal sih - bila berlatih serius - dapat bimbingan yang baik - Saya mikir merenung - problemnya: bila kita terbiasa melatih utk kebajikan, energi kita tentu lebih halus -- yg kita pancarkan kebajikan .. tidak untuk melukai atau lempar orang -- menurut saya yang bodoh ini, misal kita terbiasa melatih memancarkan kebajikan, kebahagiaan kepada semua mahluk, otomatis energi kita akan demikian -- bila di ubah jadi utk mendorong atau melukai orang, tentu hasil nya beda yang kita pancarkan -- baru ingat, kejadian kemarin: pulang mengajar di sekolah , mengajar yang bukan beladiri sih -- hujan2 --ada orang jual es dawet - kasian melihat, ujan2 mana laku, berhenti lah di situ, sampai orang nya bingung, mau beli es ? lah ujan2 beli es. iya wo jawab. makan disini dan dua di bungkus ... sempat mengeluh orang nya -- ujan terus - sulit jualan es -- ya -- sambil layani pesanan wo amati kok jalannya tidak wajar- wo tanya -- kenapa kaki nya ? kecelakaan ? di jawab iya -- uda berapa lama 15 tahun ... sering linu -- mesti di kasih obat atau suntik baru ilang, obat nya habis . sakit lagi -- terus wo bilang : ayok duduk sini - punggung menghadap saya, orang nya duduk -- ya uda usia juga .. mgkn 60lebih. saya fa qi di pinggang bawah ke tulang paha. orang nya bilang sakit di titik itu -- wo bilang rasa bgm ? dia bilang ada rasa panas turun, ke lutut nya yg sakit-- wo bilang jangan sugesti ya -- coba sadari ada rasa bagaimana .. dia bilang rasa hangat mengumpul di lutut, perlahan turun menyebar. wo fa qi mgkn sekitar 3 menit .. wo suruh angkat lutut nya .. masih sakit -- wo suruh duduk lg .. menyamping.. wo fa qi lagi dorong dari tulang paha di pantat dan lutut atas wo fa qi -- karena tidak nyambung rasa nya ... kemudian wo tanya : masih bgm rasa ... panas mulai tuurun lebih menyebar di areal lutut ke bawah... fa qi 3 menit an .. kemudian wo suruh jongkok bangun .. bapak itu bilang, sudah mulai ringan, ada sakit sedikit -- wo suruh hadap duduk dgn wo ... wo fa qi lagi lutut ke depan -0- kemudian tekan dari atas ke lutut sampai telapak kaki wo dorong dari atas tembusi fa qi -- kemudian coba jalan, juga jongkok bangun2. bapak itu bilang tidak sakit lagi -- suruh duduk lagi punggung menghadap wo.. tambah sedikit qi di ming men.. tutup di da zui.. turun ke bawah sepanjang tulang pungung. biar bapak itu sehat -- cuaca dingin ujan2... jualan di pinggir jalan -- bapak itu ppikir wo minta uang ? sebelum dia bilang .. wo bilang .. kata shifu -- gini ini -- cuma selewatan jalan --- gak buka praktek saya -- tidak boleh buka praktek -- shifu ada pesan : sulit mana bunuh orang atau obati orang ? wo milih utk obati orang -- kemudian bapak itu kenalkan nama nya, wo juga kenalkan nama wo ... kemudian wo pulang, bawa es yang wo beli -- sudah bayar dulu, sebelum obati bapak itu -- kalo tidak kasian -- perjalanan pulang : mikir mikir- - apa sih tujuan wo selama ini di dunia ini, dunia beladiri ?
Comments
Post a Comment