Wu Way: Delapan Tahun Tanpa Latihan
Wu Way: Delapan Tahun Tanpa Latihan
Tak terasa, perjalanan di dunia beladiri telah berjalan bertahun-tahun sejak perguruan ditutup. Aku memilih tidak membuka latihan lagi—mengikuti ajaran guru, tetap melatih diri sendiri, tanpa tergoda untuk memimpin kepelatihan di tempat umum. Aku menggali kembali pelajaran lama yang dulu sempat terabaikan, menemukan makna baru dalam gerakan dan disiplin yang sama. Tahun 2025 menandai tahun ke delapan perjalanan ini, tanpa membuka latihan sama sekali.
Awal menutup latihan datang dari kenyataan pahit: tidak ada peminat baru. Keputusan menutup total perguruan pun diambil. Rasa kecewa sempat menyelimuti—sejak 1992 aku menapaki jalan mengajar, membimbing murid, berjuang menanamkan semangat. Kini, pada 2017, harus menutup karena keadaan. Banyak badai yang muncul dalam mempertahankan perguruan: murid-murid pergi ke tempat lain, komitmen yang dulu terasa hidup seakan pudar. Namun, tidak semua hilang—beberapa murid tetap setia, bertahan di perguruan, menjadi cahaya kecil yang meneguhkan hati.
Perasaan ditutupnya tempat latihan meninggalkan bekas kekecewaan yang dalam. Hari-hari yang dikorbankan, waktu bersama keluarga yang ditunda demi membimbing junior, terasa sia-sia. Namun seiring waktu, kekecewaan itu perlahan mencair. Dari penutupan perguruan, aku mulai melihat langit baru—kesempatan untuk menapaki jalanku sendiri, tanpa harus tergantung pada pengakuan atau keramaian.
Delapan tahun ini adalah perjalanan Wu Dao—jalan kekuatan yang lahir dari disiplin, ketekunan, dan kesendirian. Ini adalah Wu Wei—jalan tanpa memaksa, membiarkan aliran kehidupan menuntun langkah, menerima bahwa ada hal-hal yang berada di luar kendali. Dan akhirnya, ini adalah Wu Way—jalan yang mengalir bebas, menemukan keseimbangan dan kedamaian dalam latihan pribadi, kesadaran batin, dan refleksi diri.
Secara pribadi, aku tetap menempa diri, melatih tubuh dan batin, sampai saatnya tiba. Saat itu, aku pun akan mundur, dilupakan oleh dunia, tetapi tak pernah melupakan jalan yang telah kulalui. Beladiri sejati bukan sekadar gerakan atau teknik, tapi kesadaran, kedalaman hati, dan kemampuan menerima aliran hidup. Wu Way bukan tujuan akhir, tetapi perjalanan tanpa henti, setiap gerakan, setiap napas, adalah pelajaran yang terus mengalir.
Comments
Post a Comment